Senin, 06 Desember 2010

WIKILEAKS : AMERIKA, TRANSPARANSI, DAN KRISIS KEPERCAYAAN


Adalah Julian Assange, seorang pria berkewarganegaraan Australia yang disebut-sebut sebagai pendiri situs whistleblower Wikileaks yang beberapa hari ini menggemparkan dunia. Wikileaks memadukan seni jurnalisme investigasi dengan operasi intelejen, tentu memanfaatkan kemajuan IT.

Saya melihat Wikileaks sebagai bentuk perlawanan baru terhadap konspirasi-konspirasi dunia yang distigmakan kepada Amerika juga segala hipokrasi yang ditutupi negara dari rakyatnya. Bukan tidak mungkin gerakan Wikileaks dengan metamorfosisnya akan mampu menggoyahkan tata dunia yang tiran. Setidaknya pola Wikileaks lebih maju ketimbang langkah perlawanan konvensional yang menghancurkan diri sendiri, seperti yang dilakukakan segelintir bomber.

Wikileaks menjadi mesin transparansi dunia yang memaksa. Sebuah upaya jurnalisme kebenaran yang radikal. Sebuah aib terkadang juga merupakan kebenaran bagi orang lain. Dan aib mengusik penasaran orang lain untuk membukanya. Tentu dalam pandangan yang lebih maju kemasan pengungkapannya lebih berbobot, tidak lagi dibingkai oleh mental sempit berorientasi duit.

Misi-misi terselubung selalu ada dalam wilayah global. Citra positif di permukaan tidak selalu berjalan seiring dengan ide yang menjadi energi utama penggeraknya. Rilis Wikileaks terutama yang berkaitan dengan dokumen diplomatik Indonesia-Amerika, secara terang mengungkapkan bahwa apa yang menjadi prasangka sebagian kita memang ada, tinggal kemampuan kita untuk membuktikannya. Kemudian yang kedua keberanian. Inilah dunia, kemunafikan ada di dalamnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar