Selasa, 29 Juni 2010

Sajak Malam Terkutuk

sontak tidurku terhentak
nadiku berdetak menuntunku beranjak
sejenak menyapa keriuhan di sisi peraduan

entah apa yang ada dibenak pelaku jagad itu
urat-urat mereka bersitegang
hanya unjuk taji untuk kehormatan yang mereka dewakan
rambut merah meledak dan kulit hitam bak jelaga
sempurna sebagai pendekar tandang

keriuhan yang sia-sia
dan segumpal busa yang keluar dari tiap ucapnya
penawar libido yang menyala-nyala
bila reguk kepuasan tak jua bisa dikecap
pertanda saatnya pertunjukan kepal
sungguh keriuhan yang sia-sia

malam ini malamku yang terkutuk
menyingkat mataku dari peristirahatan
berbaur dengan penduduk negeri yang bersiaga
inilah episode kelaliman yeng meraja
bertahta di atas harapan kedamaian